Susah Mendapatkan Ferrari, Konsumen Lebih Memilih Lamborghini


Susah Mendapatkan Ferrari, Konsumen Lebih Memilih Lamborghini - Sergio Marchionne yang sebagai Presiden dan CEO dari Ferrari mengunggkapkan dalam sebuah wawancara di Jenewa, kalau ferrari bakal terus bersikeras berproduksi agar konsumen tidak menanti terlalu lama dan berpaling ke produk lain. Bahkan Sergio Marchionne  pun tak takut membuat penyataan kalau konsumen lebih memilih membeli Lamborghini karena antre terlalu lama untuk membeli Ferrari.


Sergio Marchionne tetap percaya diri kalau Ferrari tetap menjadi prioritas utama konsumen supercar ketimbang dengan merk merk lain. ”Saya memberi respek kepada Stefano Domenicali (yang sebagai CEO dar Lamborghini). Tapi orang lebih membeli Lamborghini karena mereka semua tidak bisa memiliki Ferrari," katanya, yang diutip dari Car, (15/3/2017).

Begitulah ungkapan dari Sergio Marchionne, yang tidak pernah takut memberikan pernyataan apa pun. Sergio Marchionne  sangat yakin di masa depan merk dari Kuda Jingkrak yang selalu dicari oleh orang. Pada Tahun ini, target yang ditetapkan 8.500 unit Ferrari akan terjual. Jumlah  itu naik sedikit dari 2016 yang terjual 8.014 unit, atau 7.664 pada 2015.

Sergio Marchionne mengakui kalau penambah produksi akan membuat konsumen sangat senang. Pada saat sekarang, masalah yang dialami merk Italia itu adalah membuat konsumen memesan terlalu lama, keudian kabur untuk memilih merk lain. Laporan pad tahun lalu, pemesan model 488 GTB, California T, dan GTC4 Lusso T harus bersabar sampai tahun 2018.

 Di Saat Ferrari terus terusan kehilangan konsumen, merk lain akan mengambil keuntungan. Pernyataan Sergio Marchionne ada betulnya juga, dan mungkin tidak akan membuat Domenicali marah. Lamborghini mencapai rekor penjualan yaitu 3.457 unit pada 2016, atau naik 7 persen ketimbang di tahun 2015 di angka 3.245 unit.

Terlepas dari masalah penambah jumlah produksi, Ferrari juga berusaha memasuki segmen pasar yang belum terjamah selama ini. Tetapi , Sergio Marchionne menegaskan bahwa kalau pihaknya tidak pernah mau memproduksi mobil dimana orang tak mau membelinya.

Pernyataan ini juga menyangkal dugaan kalau Ferrari siap memproduksi mobil entry level, atau bahkan SUV/ CUV. Perusahaan justu melihat peluang pada pengembangan mobil hybrid, menggunakan mesin V12 transmisi manual untuk menciptakan model baru yang akan muncul pada 2019 mendatang.